Rabu, 11 Juni 2014

RAIN

byuuuuurr..... hujan mengguyur tubuh ku memang siang itu hujan sangat deras aku segera berlari kerumah aku ketuk pintu tetap saja tidak ada yang mau membukakan pintu itu untukku aku baru ingat bahwa ibu pergi ke kondangan adik menginap di rumah bude sedangkan ayah baru pulang nanti jam sebelas malam aku menelepon ibu ku tapi hp ku rusak terhujan lama kelamaan air makin menginggi di jalan raya ter paksa aku berjalan jauh ke rumah bude aku ketuk pintu ternyata yang ada hanya bulik Tina adik mama ku bulik Tina juga harus pergi ke rumah sakit sehat selalu karena pekerjaan nya menjadi suster aku di izin kan masuk setelah aku masuk bulik Tina langsung membuka payung nya yang berwarna biru dan cepat cepat menuju rumah sakit naik taksi aku pun keluar dari rumah bude ku dan memperhatikan air di sekitar jalan raya ku lihat motor melintasi genangan air dan aku terciprat tapi entah kenapa aku hanya diam memperhatikan hujan aku pun langsung masuk kerumah bude ku dan mengotak atik hp ku alhasil saat di buka semuanya isi nya hanya air hujan aku pun langsung ke kamar adekku untuk mengecek apakah dia bawa hp atau tidak kalau tidak aku bisa menelepon bang maman sopir ku yang kini mengantar kan ibu ke tempat kondangan sial nya hp nya di bawa aku langsung ke dapur membuat teh untuku sendiri aku pun duduk di teras sambil meletakan teh ku di meja bulat warna putih setelah itu aku melihat ada seorang anak kecil yang kedinginan aku segera membuka payung adekku yang kecil dan menghampiri nya anak kecil itu bernama Tania dia seperti anak umur sepuluh tahunan ya setara dengan adekku aku suruh dia duduk di teras dan menyruh nya minum teh yang tadi nya untukku dan dia ber kata ''terimakasih kak'' aku pun menjawab ''sama sama dek'' aku akhir nya berbincang dengan anak itu tiba tiba anak itu berkata ''aku punya cerita kak kakak mau dengar?'' tanya nya ''aku mau apa cerita nya ?'' tanyaku penasaran ''gini kak aku itu orang miskin ga punya uang dan aku tinggal sendiri di gubuk reyot boleh aku minta uang kak?'' tanya nya lagi emang begini yang nama nya cerita? pikir ku ''hei kak kok diam aja jawab dong ?'' katanya ''i...iya kakak kasih aku langsung mengambil dompet ku yang berwarna pink dan kulihat isi nya ada 4 lembar uang 50.000.00 an kukasih lah kepada anak itu rp 100.000.00 an dan dia berkata ini kurang kak aku mau nya sejuta hampir saja aku mau jatuh dari kursi ku karena kaget aku pun berkata ''kakak punya nya dua ratus ribu doang adek mau?" tanya ku '' ya sudah mana uang nya?'' tanya nya agak kasar ''i...ini dek'' kata ku agak takut ''nah gitu dong kak harus nya dari tadi begini oh ya apa harapan kakak?" tanya nya '' semoga hujan ini berhenti'' kataku ''ya semoga hujan ini berhenti kata nya riang lalu ada pelangi yang membawa nya naik ke atas.tiba tiba gubrakk aku terjatuh dari kasur adekku dan berpikir itu hanya mimpi ternyata tidak aku melihay anak itu memegang uang ku dan naik kelangit menggunakan pelangi dan berteriak '' terimakasih ya kakak uang nya aku sebetul nya peri hujan!!'' aku menganggap aku sudah gila karena melihat kejadian semacam itu tapi aku tak memikir kan aku ini orang gila atau bukan aku pun langsung memberes kan teh yang anak itu minum ''terimakasih  peri hujan''bisiku riang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Clouds